Praja Pos

Mengawal Demokrasi & Otonomi Daerah

Doa Lintas Agama Mengiringi Hari Jadi Desa Tugurejo

2 min read

Blitar, Praja Pos – Lantunan doa dari 3 agama yakni Islam, Katolik dan Kristen mengiringi Desa Tugurejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar dalam rangka peringatan hari jadi desa Tugurejo yang ke-120 tahun tepatnya pada hari Selasa 09 September 2025.

Ketika dikonfirmasi Supangat selaku Kepala Desa Tugurejo mengatakan menjalin kerukunan dan komunikasi antar penduduk desa Tugurejo sangat penting terlebih lagi di desanya terdapat 3 agama yang saling mengutamakan toleransi.

“Hari ini itu sebenarnya adalah acara rutinan yaitu bersih desa dan memperingati hari jadi desa tugurejo tadi sudah diawali dari agama Islam Qotmil Qur’an terus untuk agama kristen dan katolik juga sudah berdoa sesuai ajarannya masing-masing tetapi dari semua itu tujuannya sama yaitu untuk kebaikan desa Tugurejo Seperti masyarakatnya guyub rukun,hasil alamnya melimpah kemudian kerukunan atau silaturahmi antar umat maupun warga tetap terjaga, semua warga dijauhkan dari segala musibah dan juga untuk desa Tugurejo ini semakin maju, sejahtera kedepannya semakin berkembang,” harap Supangat.

Selain doa lintas agama Supangat memaparkan beberapa rangkaian kegiatan di desanya yaitu jalan sehat, kenduri, pentas seni dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit.

“Saya bangga sekaligus mengapresiasi warga desa Tugurejo karena turut serta melestarikan adat istiadat jadi seperti gotong royong dan swadaya dari masyarakat itu luar biasa bahkan demi acara ini terselenggara dengan khidmat beberapa warga memberikan sumbangsih hasil tani atau panen terus ada juga yang nelayan memberikan hasil tangkapan dari laut untuk diswadayakan dan bagi saya yang terpenting itu kebersamaannya karena memang tujuan dari acara ini untuk mengenang para leluhur termasuk mengiring doa,” papar Kades Tugurejo.

Senada dengan Kades Tugurejo, Imron selaku pemuka agama Islam dan Rudi pemuka agama Katolik berharap pemerintah desa semakin amanah dalam menjalankan tugasnya,tetap saling menjaga kerukunan antar umat beragama bahkan desa Tugurejo patut menjadi contoh bagi desa lain dalam hal toleransi, tidak terpecah belah dan saling menghormati kerjasama membangun desa untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran.(Bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Praja Pos