Praja Pos

Mengawal Demokrasi & Otonomi Daerah

ZIARAH PUNDEN EYANG ONGGO DONGSO, DIJADIKAN RANGKAIAN BERSIH DESA TAWANGREJO

2 min read

Blitar, Praja Pos,- makam sesepuh atau tokoh babat alas Desa Tawangrejo Kecamatan Binangun, Eyang Onggo Dongso yang sebelumnya kurang terawat saat ini sudah dilestarikan kembali. Terbukti dengan kondisi bangunan area makam yang bersih ditambah dengan adanya pagar serta gapura masuk makam yang bagus.

Drs. Fatkhur Rofiq, Kepala Desa Tawangrejo di lokasi Makam Eyang Onggo Dongso

Selain itu , haul Eyang Onggo Dongso pada minggu pahing malam senin pon  di bulan Selo juga dijadikan sebagai rangkaian kegiatan bersih desa di tahun 2026 ini.

 

Hal tersebut disampaikan, Drs. Fatkhur Rofiq kepada tim Praja Pos pada Kamis (14/05/2026) saat acara Qotmil Qur’an yang juga merupakan rangkaian bersih desa.

 

” Dalam satu tahun ini makam sesepuh desa atau yang babat alas Desa Tawangrejo kami bangun dan saat haulnya yakni malam Senin Pahing kemarin kami jadikan rangkaian acara bersih desa”.

“Selanjutnya pagi sampai siang ini ada Qotmil Qur’an dan nanti malam, malam Jum’at Pahing kami ada ujuban atau selamatan yang diikuti oleh seluruh jama’ah Yasin , ada 6 group yasinan di dusun Unggahan”, terangnya.

 

Fatkhur Rofiq menambahkan jika bersih desa Tawangrejo dilaksanakan 2 (dua) kali, yakni di Dusun Tawangrejo pada bulan Suro hari Jum’at Legi dan di dusun Unggahan pada bulan Selo hari Jum’at Pahing.

 

“Kalau untuk krajannya adalah dusun Unggahan karena 2/3 penduduknya ada disini, dan kegiatan bersih desa selalu dengan konsep keagamaan, tapi biasanya 2 atau 3 tahun sekali juga ada pagelaran wayang, namun karena kondisi saat ini dalam efisiensi makanya kami laksanakan dengan sederhana namun tidak mengurangi kesakralan dan kekhidmadannya“, tambahnya.

 

Desa yang terkenal dengan budaya gotong royongnya tersebut saat ini sudah mendapat predikat desa Berseri Mandiri dan siap mengikuti Proklim kedepannya.

 

“Alhamdulillah, warga di desa Tawangrejo ini gotong royong dan kebersihan lingkungan sudah dijadikan kebiasaan atau budaya sehingga kami rutin melaksanakan kerjabakti meski tidak saat perlombaan dan ini kami bangun sejak saya menjabat yakni sekitar tahun 2019″, ujarnya.

Selain terkenal dengan keasrian dan kelestariannya ada satu hal unik yang tidak dimiliki oleh desa yang lainnya, yakni adanya kelompok olahan makanan siap saji yang menjajakan olahannya keliling wilayah.

Ziarah makam Eyang Onggo Dongso

” Untuk kelompok olahan makanan siap saji ada 3 kelompok, dan masing-masing kelompok memiliki 7 sampai 8 driver atau kalau di desa dikenal dengan ethek keliling, makanan di jual keliling sampai desa lain dan ini menjadikan perekonomian masyarakat semakin meningkat, kalau awalnya itu sejak covid, orang-orang dilarang keluar rumah dan akhirnya masyarakat berinisiatif jualan makanan keliling tersebut”, terangnya. (Ret).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Praja Pos