Mencetak Peternak Unggas Modern Berbasis IoT: Praktik Baik Teaching Factory SMKN 1 Kademangan
3 min readBlitar,Praja Pos- SMK Negeri 1 Kademangan, yang berlokasi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, telah memposisikan dirinya sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMKPK) di sektor Agribisnis dan Agroteknologi. Lokasi sekolah yang strategis di Blitar, sebagai salah satu pusat peternakan unggas terbesar di Indonesia, menjadi landasan kuat bagi Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas (ATUG) untuk berkembang pesat. Program ini tidak hanya melatih siswa dalam pemeliharaan unggas, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi wirausahawan dan tenaga kerja yang kompeten di industri. Kekuatan utama program ATUG adalah penerapan model pembelajaran
Teaching Factory (TEFA) yang inovatif, yang mengintegrasikan pembelajaran dengan produksi nyata, dan didukung oleh kolaborasi erat dengan dunia industri.
Integrasi Teknologi dan Kolaborasi Strategis dengan Industri
SMKN 1 Kademangan menerapkan model pembelajaran .Teaching Factory berbasis blok, yang mengacu pada standar dan prosedur kerja industri untuk menghasilkan produk berkualitas. Salah satu fokus utama adalah pemeliharaan ayam pedaging modern berbasis
Internet of Things (IoT)6. Dalam pelaksanaannya, sekolah telah menjalin kemitraan mendalam dengan berbagai pelaku industri terkemuka seperti PT. Charoen Pokphand, Chickin Indonesia, PT. Medion, dan PT. Jatinom Indah Group.
Kolaborasi ini memungkinkan siswa terpapar langsung pada teknologi terkini. Contohnya, melalui kemitraan dengan Chickin Indonesia, sekolah menggunakan pengontrol kandang berbasis IoT bernama Ci-Touch. Teknologi ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga memastikan mereka siap menghadapi praktik peternakan cerdas modern. Kemitraan ini dijalankan dengan pola di mana sekolah menyediakan sarana dan sumber daya manusia, sementara industri menyediakan sarana produksi (sapronak) dan membeli hasil panen. Kemitraan ini terbukti efektif, dengan proyek ayam pedaging telah berjalan selama enam periode melalui kerja sama dengan PT SMS. Ke depan, SMKN 1 Kademangan berencana membentuk “Kelas Industri” khusus bekerja sama dengan PT Chickind Indonesia.
Kolaborasi dengan industri juga terbukti dengan tingginya tingkat penyerapan lulusan. Program ATUG telah menerima penghargaan “Top Institution for Graduate Employability” dari PT. Medion. Selain itu, lebih dari 70 pengusaha peternakan di wilayah Blitar dan sekitarnya juga menjalin kerja sama dengan jurusan ini
Sinergi Antar Jurusan: Menciptakan Rantai Nilai Terintegrasi
Model Teaching Factory di SMKN 1 Kademangan tidak hanya terbatas pada satu jurusan, tetapi juga mendorong kolaborasi antar jurusan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi. Hal ini bertujuan untuk mengolah hasil produksi secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, dan bahkan mengelola limbah yang dihasilkan.
Beberapa contoh kolaborasi antar jurusan yang telah berjalan dan akan dikembangkan antara lain:
Pengolahan Hasil Ternak: Kolaborasi ini melibatkan jurusan Agribisnis Ternak Unggas (ATUG), Jurusan Pemasaran, dan Jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT). Produk hasil olahan ini, seperti telur asin, sosis, nugget, hingga es krim, telah berhasil dipasarkan di lingkungan sekolah dan luar.
Pengolahan Limbah: Siswa dari jurusan ATUG berkolaborasi dengan jurusan lain untuk mengolah limbah peternakan. Salah satu fasilitas yang dimiliki adalah alat pengolahan biogas, yang menunjukkan komitmen sekolah terhadap praktik berkelanjutan.
Pengemasan dan Promosi Digital: Jurusan Agribisnis Ternak Unggas (ATUG) juga berkolaborasi dengan jurusan lain, seperti Bisnis Daring dan Pemasaran, untuk merancang kemasan produk yang menarik, melakukan promosi digital, dan memperluas distribusi produk.
Sinergi ini memastikan setiap aspek dari proses bisnis dapat dijalankan secara mandiri oleh siswa, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga distribusi, sehingga memberikan pengalaman nyata yang komprehensif.
Merintis Kemitraan Baru untuk Memperluas Jaringan Vokasi
SMKN 1 Kademangan tidak berhenti pada kemitraan internal dan industri, tetapi juga aktif merintis kerja sama dengan sekolah kejuruan lain. Hal ini bertujuan untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian, serta memperkuat ekosistem vokasi di wilayah Blitar. Dalam rencana pengembangan
Teaching Factory, SMKN 1 Kademangan telah menjalin perintisan kerja sama dengan SMKN 1 Nglegok dan SMKN 3 Kota Blitar. Kerja sama ini berfokus pada pengolahan hasil ternak, yang akan menjadi proyek bersama antar sekolah21.
Melalui model ini, SMKN 1 Kademangan berperan sebagai pusat keunggulan yang tidak hanya mengembangkan siswanya sendiri, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi sekolah-sekolah kejuruan lain. Hal ini sejalan dengan visi sekolah untuk mewujudkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan mewujudkan 8 Dimensi Profil Lulusan.
Dengan kolaborasi yang terstruktur, integrasi teknologi modern, dan sinergi antar jurusan, SMKN 1 Kademangan berhasil membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang relevan dan dinamis. Program Teaching Factory yang dijalankan menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap menghadapi tantangan industri di masa depan.

