UD INTI SUBUR, SALURKAN PUPUK SUBSIDI SESUAI ATURAN
2 min read
Blitar, Praja Pos,- dalam rangka menjaga semangat dan kinerja petani, pemerintah terus menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung produktivitas pertanian. Satu diantaranya adalah program pupuk subsidi, yang dihadirkan agar petani tetap memiliki akses terhadap pupuk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional dan pemerintah telah menyederhanakan regulasi dan memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.
Melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No. 644/KPTS/SR.310/M/11/2024. Berdasarkan keputusan ini, harga pupuk subsidi yang berlaku yaitu:
● Urea sebesar Rp 2.250 per kilogram
● NPK Rp 2.300 per kilogram
● NPK Khusus Rp 3.300 per kilogram
● Pupuk Organik Rp 800 per kilogram
Penetapan harga ini menjadi pedoman wajib bagi penyalur pupuk dan menjadi acuan bagi petani dalam memperoleh pupuk dengan harga yang wajar dan terjangkau
Dari ketentuan tersebut, UD INTI Subur, satu diantara kios pupuk di wilayah Kecamatan Wonodadi telah menyalurkan pupuk subsidi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal tersebut diterangkan oleh Lukman Ari Wibowo, selaku pemilik kios.
“Kami menyalurkan pupuk subsidi sesuai dengan juknisnya, untuk Urea Rp. 112.500/sak atau Rp. 2.250 /kg, NPk Rp. 115.000 atau Rp.2.300/kg, sedangkan kalau kesini petani bisa datang sendiri ataupun melalui poktannya”.
“Kalau petani kesini sendiri harus bawa KTP asalkan sudah masuk di RDKK, kami sangat selektif karena aturannya juga sangat ketat jika melalui Poktan harus ada surat kuasa istilahnya penebusan secara kolektif melalui kelompoknya dan untuk jumlahnya tidak menentu, menyesuaikan RDKK dari para petani”, terangnya.
Pemilik UD Inti Subur yang lebih dikenal dengan nama panggilan Ari berharap agar kesejahteraan kios lebih diperhatikan.
“Kami berharap agar kami selaku kios juga lebih diperhatikan kesejahteraannya karena kinerja kami juga lumayan berat, untuk administrasipun juga harus teliti sehingga harus berhati-hati dan tentunya beresiko”, harapnya. (Tim)

