Praja Pos

Mengawal Demokrasi & Otonomi Daerah

MINIM PETUGAS PEMULASARAAN JENASAH , DESA PAKISREJO GELAR PELATIHAN

2 min read

Blitar, Praja Pos,– minimnya petugas pemulasaraan yang dikarenakan perpindahan tugas perangkat desa yang awalnya Modin beralih ke Kaur serta Kasi,menjadikan masyarakat di Desa Pakisrejo Kecamatan Srengat seringkali kebingungan saat ada masyarakat yang meninggal dunia.

Dari hal tersebut, Pemerintah Desa Pakisrejo menggelar pelatihan pemulasaraan jenasah pada Rabu ( 30/04/2025). Kegiatan digelar di balai desa dihadiri oleh tokoh agama serta ketua RT maupun RW beserta perwakilannya.

Di awal kegiatan , melalui sambutannya Sumarsono, Kepala Desa Pakisrejo menyampaikan latar belakang dilaksanakan pelatihan.

” Minimnya petugas pemulasaraan di desa ini menjadi latar belakang pelatihan pemulasaraan dilaksanakan, hal ini agar nanti masyarakat tidak bingung jika ada tetangga yang meninggal tanpa harus kebingungan mencari perangkat desa yang kadang saat ada warga meninggal sedang melaksanakan kegiatan lain”.

” Dengan adanya pelatihan, masyarakat akan paham cara yang tepat dan benar dalam menangani jenasah sehingga tidak perlu menunggu lama untuk proses pemakamannya“, lanjutnya.

Sementara itu, H. Ismail dan H. Slamet Basuki selaku Nara sumber sekaligus tokoh agama Desa Pakisrejo menerangkan langkah penanganan jenasah, mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati sampai proses pemakamannya.

Hal yang menarik dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya laki-laki tapi juga menghadirkan perwakilan perempuan .

Nara sumber dalam menyampaikan materinya menjelaskan jika untuk jenasah perempuan memang selayaknya menurut sariat pemulasaraannya juga dilakukan oleh sesama perempuan .

” Kami harap, para peserta pelatihan ini nanti bisa menularkan kemampuannya kepada masyarakat lain agar jika ada masyarakat yang meninggal penanganannya bisa cepat”, terangnya.

Selain berbagai materi yang diberikan para peserta juga dipandu secara praktek dalam melaksanakan pemulasaraan.
Dengan antusiasnya masyarakat terlihat semangat dalam mengikuti berbagai arahan narasumber.

Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam upaya mendorong kemandirian masyarakat dalam hal melaksanakan ibadah yang bersifat wajib kifayah . (Ret)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Praja Pos