LANGEN BEKSAN, TRADISI RUTIN DALAM BERSIH DESA POJOK
2 min read
Blitar, Praja Pos,- Langen Beksan atau Tayub satu diantara kesenian warisan leluhur yang sampai saat ini masih tetap lestari sebagai bagian penting dari tradisi lokal, seperti yang ditemui di daerah Kabupaten Blitar. Kesenian tersebut masih rutin digelar saat acara bersih desa seperti yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Pojok Kecamatan Ponggok.
Kesenian yang menampilkan keharmonisan dan kebersamaan dalam tarian menjadi rangkaian agenda rutin yang tidak bisa ditinggalkan oleh warga Desa Pojok. Hal tersebut disampaikan oleh Drs. Wiyoko selaku Kepala Desa saat ditemui tim Praja Pos di balai Desa Pojok saat menggelar bersih desa pada Senin (11/02026).

“Dalam keadaan sederhana pun Langen Beksan atau Tayub ini tetap rutin kami gelar karena ini adalah warisan budaya dari leluhur yang sudah turun temurun di desa Pojok”.
“Di tahun ini, ada beberapa rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, dimulai pada hari Jum’at ada kegiatan kenduri di dua tempat yakni di makam desa dan punden desa, untuk Sabtu pagi ada Qotmil Qur’an di balai desa dimulai jam 6 pagi sampai 2 siang , setelahnya hari Minggu ada Langen Beksan ini, malam Minggu juga ada pagelaran kesenian jaranan yang merupakan aset desa Pojok, dan Minggunya ada Genduri serta tahlil akbar bersama “, jelasnya.

Wiyoko menegaskan jika acara masih dilanjut pada Minggu malam sebagai puncak acara.
“Dan untuk puncak acara, nanti malam ada pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Eko p
Prisdianto dan dihibur oleh lawak kondang Duo Jo”, terangnya.

Dengan berbagai rangkaian acara tersebut Pemerintah Desa Pojok melalui Kepala Desa menjelaskan bersih desa selain untuk nguri-nguri budaya dan sebagai wujud syukur maupun bentuk doa bersama untuk keselamatan, kesejahteraan masyarakat juga sebagai ajang silaturrahmi yang menambah kerukunan antara warga dan sebagai sarana peningkatan perekonomian masyarakat (Ret).

