Praja Pos

Mengawal Demokrasi & Otonomi Daerah

CIPTAKAN KERUKUNAN MASYARAKAT GUS TIK GELAR BERBAGAI ACARA PERINGATAN MUHARAM

2 min read

Blitar, Praja Pos,– Kesenian Tiban merupakan pertunjukan adu kekuatan dengan saling mencambuk menggunakan lidi aren, yang diyakini dapat mendatangkan hujan saat musim kemarau panjang. Selain sebagai acara ritual Tiban juga sebagai sarana mempererat silaturrahmi antar warga.

Seperti halnya aksi laga Tiban yang diselenggarakan oleh Imam Sutikno atau yang lebih dikenal dengan Gus Tik di Desa Bakung Kecamatan Udanawu. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati bulan Muharam tersebut digelar selama 2 hari berturut-turut yakni pada Selasa ( 01/07/2025) dan Rabu (02/07/2025).

Gus Tik selaku penyelenggara menerangkan kegiatan peringatan bulan Muharam atau Suro dirangkai dengan berbagai kegiatan.

” Pagelaran Tiban ini sebagai rangkaian acara rutin peringatan bulan Muharam atau Suro, ada berbagai kegiatan yang kami selenggarakan diantaranya pawai Ta’aruf, tahlil akbar, pengajian wayang kulit dan kesenian jaranan kuda lumping “.

“ Berbagai acara kami gelar dengan tujuan untuk mewujudkan kerukunan antara masyarakat, ulama maupun umaro’, agar semua bisa hidup rukun dan tentram“, harapnya.

Sementara itu, Guntur Wahono yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDIP dalam sambutannya menerangkan akan adanya pagelaran pesta akbar Tiban dalam waktu dekat.

“ Kita bersyukur atas terselenggaranya aksi laga Tiban ini, semoga menjadi agenda tahunan para jawara baik dari Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri maupun Banyuwangi, dan nanti dalam waktu dekat yakni tanggal 5 dan 6 Juli akan ada pesta akbar Tiban di Kanigoro tepatnya di playground barat alun-alun Kabupaten Blitar “.

” Selain Tiban , nanti dalam rangka peringatan HUT Blitar pada tanggal 26 Juli diselenggarakan lomba Langen Beksan Blitar Raya dengan hadiah 5 perangkat gamelan”, terangnya.

Guntur berharap agar semua kegiatan bisa terselenggara dengan baik sesuai harapan serta para petarung bisa menunjukkan kebolehan kemampuan seninya dengan damai.

Pagelaran aksi laga yang digelar oleh Gus Tik selain sebagai wahana silaturahmi juga sebagai bentuk pelestarian budaya. Acara dibagi menjadi 2 sesion, di hari pertama diikuti oleh 10 paguyuban dari Blitar Timur dan 6 paguyuban dari Tulungagung dan di hari kedua diikuti oleh 10 paguyuban dari Blitar barat dan 6 paguyuban dari Tulungagung. ( Ret).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Praja Pos