Praja Pos

Mengawal Demokrasi & Otonomi Daerah

DESA BAGELENAN GELAR BERBAGAI KEGIATAN BERSIH DESA YANG PENUH MAKNA

2 min read

Blitar, Praja Pos,- Pemerintah Desa Bagelenan Kecamatan Srengat kembali menyelenggarakan Bersih Desa dengan berbagai kegiatan. Selama 3 (tiga ) hari berturut-turut kegiatan dilaksanakan dengan penuh makna.

Diawali dengan Tahlil dan Kenduri Akbar pada Jum’at Legi (18/07/2025) di Balai Desa sebagai wujud syukur dan do’bersama .

Selanjutnya pada Sabtu (19/07/2025) dilaksanakan kegiatan Bazar Ekonomi Kerakyatan selama 2 (dua) hari pada sore hari dan malamnya pagelaran Kesenian Ketoprak. Dan di hari ke 3 (tiga) pada Minggu malam sebagai puncak acara dilaksanakan pagelaran Wayang Kulit.

 

Berbagai makna terkandung dalam rangkaian kegiatan tersebut, baik di bidang kebudayaan, keagamaan, pendidikan maupun perekonomian.

Di bidang perekonomian nampak dari bazar kerakyatan yang menyajikan berbagai produk lokal baik makanan seperti punten, sompil, pecel maupun jajanan jadul dari masyarakat Desa Bagelenan yang tentunya akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam bidang kebudayaan tentunya dari kesenian Ketoprak, Wayang Kulit, Reog maupun tari-tarian yang ditampilkan oleh anak-anak pelajar.

Camat Srengat, Benny Setyohadi, SH. MH., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang digelar dengan penuh kekompakan tersebut

“Saya sangat mengapresiasi rangkaian kegiatan bersih desa ini, yang dimulai dengan kenduri dilanjut bazar yang tentunya membawa manfaat positif bagi masyarakat juga bisa menjadi sumber inspirasi wilayah lain untuk mencontohnya “.

” Di desa Bagelenan ini memang banyak keunggulannya diantaranya selalu lunas pajaknya, dan selalu tidak lupa nguri-nguri budaya sehingga bisa mengangkat UMKM lokal dan mempererat rasa kebersamaan, dan kami berharap agar kegiatan seperti ini harus dilestarikan“, terangnya.

Selanjutnya, Drs. Agus Suprijanto selaku Kepala Desa Bagelenan kepada awak media menerangkan latar belakang penyelenggaraan rangkaian bersih desa.

“Dalam bersih desa tahun ini untuk ketoprak kami mengambil cerita Putri Songgo Langit yakni versi asal mula Jaranan, dimana didalamnya terkandung berbagai macam edukasi kepada masyarakat yang sangat bermanfaat untuk anak-anak sebagai pengetahuan tentang kebudayaan “.

” Disini ada tari-tarian yang tentunya menarik bagi anak-anak agar mereka cinta dan bisa melestarikan budaya asli, dan kegiatan seperti ini rutin kami laksanakan setiap tahunnya”.

Agus berharap dengan berbagai acara yang dilaksanakan bisa meningkatkan minat masyarakat akan kebudayaan asli yang saat ini hampir tergerus oleh budaya asing.

Dalam pagelaran ketoprak juga diterangkan visi misi pemerintah desa Bagelenan yakni menjadi desa Maju Jamur Sendiri.

Visi misi tersebut mengandung arti, Maju berarti maju baik dalam peradaban, perekonomian maupun lainnya, Jamur berarti sejahtera dan makmur sedangkan Sendiri berarti sehat, aman, mandiri dan berkepribadian. (Ret)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Praja Pos